Pengembangan Karir – Grogi Hadapi Psikotes

Share Social

Pengembangan Karir – Grogi  Hadapi Psikotes

pengembangan karir grogi hadapi psikotes

Pengasuh yang terhormat. Bu, bulan depan saya akan mengikuti proses evaluasi untuk promosi jabatan di perusahaan tempat saya bekerja. Kabarnya kami (ada sekitar 30) orang akan menjalani proses psikotes sebelum pada akhirnya diputuskan  layak atau tidak. Yang bikin saya deg-degan, saya belum pernah mengikuti rangkaian proses seperti ini. Saya sudah berusaha mencari tahu tenang hal ini dari teman-teman lain. Sebenanrya atasan juga sudah meyakinkan kami semua agar tenang aja mengikutinya. Tapi buat saya hasil dari proses ini sangat berarti karena menentukan nasib saya selanjutnya.

Dari pengalaman selama mengikuti rubrik ini, saya berharap Ibu bisa memberikan gambaran yang benar dan jelas tentang hal-hal apa saja nanti yang bakal saya hadapi. Dan tentunya juga persiapan-persiapan yang diperlukan agar tenang selama mengikutinya. Saya menunggu jawaban dari Ibu dan terimakasih banyak atas perhatiannya. Aji Dwipayana, Sidoarjo

Jawaban:

Sdr. Aji, pelaksanaan evaluasi promosi jabatan dilakukan untuk menguji kesiapan dan kelayakan kompetensi yang dimiliki individu bersangkutan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaan yang dituju. Informasi evaluasi tersebut dilakukan dengan banyak cara, seperti hasil penilaian prestasi, hasil penilaian kompetensi dan pertimbangan lain dari manajemen. Karena itu sebenarnya Anda itu tidak perlu takut berlebihan tentang pelaksanaan psikotes yang  sebenarnya nanti banyak mengungkap potensi kemampuan yang Anda miliki. Karena hasil penilaian prestasi Anda selama ini yang sebenarnya lebih banyak dijadikan pertimbangan manajemen.

Assesment atau penilaian terhadap kompetensi bisa dilakukan melalui serangkaian tes psikologi, tes kemampuan manajerial maupun tes kemampuan bidang.  Biasanya dilengkapi juga dengan pelaksanaan wawancara. Tes psikologi biasa digunakan untuk mengungkap potensi intelektual, potensi kerja, sikap atau kepribadian serta minat seseorang. Potensi intelektual meliputi  kemampuan intelektual umum, kemampuan memahami informasi, kemampuan mencari hubungan logis suatu masalah, kemampuan melakukan pemecahan terhadap tugas-tugas hitungan, kemampuan menghafal dan mengingat, kemampuan daya bayang ruang. Untuk tingkat-tingkat pekerjaan yang lebih tinggi (manajerial), biasanya juga untuk mengungkap kemampuan berpikir konseptual, kemampuan berpikir strategis, serta kemampuan berpikir analitis.

 Adapun aspek sikap atau kepribadian yang diungkap biasanya meliputi dorongan berprestasi, kemandirian, kemampuan mengelola emosi, inisistif, keuletan dan kepercayaan diri. Yang terkait dengan kemampuan social antara lain kemampuan memahami orang lain, kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, kemampuan menyampaikan isi pikiran secara runtut, lancar dan jelas, kemampuan membawakan diri dengan situasi social secara tepat dan kesediaan bekerjasama dengan kelompok kerja.

Pelaksanaan tes psikologi biasanya dilakukan secara tertulis dengan soal-soal yang dibatasi waktu maupun soal-soal pilihan. Kuncinya adalah kondisi fisik dan mental yang fit. Karena dengan  kondisi fit, maka otak akan dapat bekerja optimal mengeluarkan potensi diri yang dimiliki. Karena itu sebenarnya tidak perlu belajar begadang semalaman untuk mempersiapkannya. Usahakan malamnya Anda tidur nyenyak dan paginya sarapan karena energi itu dibutuhkan oleh otak untuk bekerja.

Tes kemampuan manajerial biasanya dilakukan dengan kasus-kasus manajemen tertulis yang telah didesain dengan tujuan khusus, management games atau dengan simulasi. Aspek yang diungkap biasanya meliputi kepemimpinan, kemampuan membuat perencanaan, kemampuan melakukan koordinasi, kemampuan mengontrol, kemampuan memotivasi bawahan, kemampuan mengidentifikasi masalah, kemampuan melakukan pemecahan masalah, serta kemampuan mengambil keputusan.

Pada dasarnya penilaian dari  serangkaian tes atau kasus tersebut dilakukan oleh tim penilai yang terdiri lebih dari dua orang. Tujuannya adalah untuk menjaga obyektifitas dan ketepatan penilaian. Kasus-kasus yang diberikan didesain agar sesuai atau mirip dengan kondisi kerja senyatanya. Prinsip penilaian adalah jika seseorang mampu melakukan hal tersebut secara tepat melalui simulasi yang diciptakan dari alat ukurnya berarti ia telah mampu melakukan aspek yang dinilai dan karenanya diprediksikan akan mampu juga melakukan dalam pekerjaan / jabatan yang dituju.

Adapun tes kemampuan bidang, biasanya sesuai dengan bidang kerja yang dituju. Bentuknya bisa berupa tes tulis, lisan, praktek atau kasus praktikum. Biasanya bagi yang bersangkutan lebih familiar karena berhubungan dengan aktifitas pekerjaan sehari-hari. Pelaksanaan wawancara adalah untuk melengkapi hasil dari keseluruhan rangkaian tes tersebut. Tehnik wawancara yang sekarang banyak digunakan adalah wawancara berbasis kompetensi atau perilaku.

Wawancara ini lebih menekankan pada hal-hal atau aktifitas apa yang telah dilakukan seseorang di masa lalu dalam riwayat pekerjaannya.  Karena itu persiapkan hal-hal istimewa atau peristiwa-peritiwa khusus dimana Anda berhasil melakukan suatu hal  yang membawa perubahan, perkembangan yang berarti di temapt kerja. Pastikan juga Anda bisa mengingat kapan kejadian itu terjadi, apa saja yang Anda lakukan, peran Anda dalam kelompok, dampak yang terjadi serta hasil akhirnya. Jika mungkin ada penghargaan atau pengakuan dari perusahaan, sebutkan juga. Prinsip dari wawancara ini adalah past behavior predict future behavior.   Seseorang yang telah berhasil melakukan suatu hal di masa lalunya, bisa diprediksikan ia juga akan bisa menampilkan lagi di masa yang akan dating.

Jadi mestinya tidak ada lagi yang pantas dikhawatikan, bukan? Kuncinya adalah kesiapan Anda untuk menjalaninya secara yakin. Waktu pelaksanaan bisa jadi menguras energi fisik dan mental Anda. Karenanya jangan abaikan hal itu. Semoga Anda sukses dan lancar menjalaninya. Atau jika sudah selesai, bisa berbagi cerita kembali dengan pembaca lain. Salam!